21 June 2016

Mie Instan x Sahur

Berhubung lagi bulan puasa, Setangkai Kata mau bahas yang sedikit bermanfaat buat kalian para Readers blog kita. Jarang-jarang kita ngasih tulisan yang lumayan bermutu wkwk.
Banyak yang bertanya di khalayak ramai "Mie instan emang gak cocok ya buat Sahur?". Jadi, kita mau bahas nih tentang pertanyaan itu. Langsung aja deh gausa panjang-panjang orientasinya wkwk

"Mie instan adalah mie yang sudah dimasak terlebih dahulu dan dicampur dengan minyak, dan bisa dipersiapkan untuk konsumsi hanya dengan menambahkan air panas dan bumbu-bumbu yang sudah ada dalam paketnya" (sumber: Wikipedia)

Nah bahan pembuat mie instan itu sendiri terdiri dari Tepung Terigu, Tepung Tapioka, Minyak Goreng, Garam Dapur, Pemantap Emulsi, Pengental, Pewarna, Dll.

Disitu sudah jelas terdapat Tepung Terigu dan Tepung Tapioka, dan sudah jelas bahwa tepung adalah bentuk gula sederhana yang mudah untuk dicerna oleh tubuh sehingga dalam kondisi cepat akan membuat orang yang mengkonsumsinya akan lapar kembali.  Akibatnya, mie instan akan membuat tubuh tak bertenaga saat menjelang siang hari di masa berpuasa.

Jadi bisa ambil kesimpulan, mengkonsumsi Mie Instan saat sahur itu kurang baik ya teman. Takutnya nanti jam 12pm kalian malah sudah buka puasa duluan wkwkwk.

Tapi tenaaang, Setangkai Kata selalu punya seribu jurus untuk para readers tercinta #a6a6joz. Kami ada tips nih biar readers bisa tetap kenyang tapi tetap mengkonsumsi Mie Instan. Caranya cukup mudah dan simple. Readers cukup menyiapkan 1 buah kemasan Mie Instan, lalu mengkonsumsinya secara bersamaan dengan Nasi Padang, kalau perlu bawa aja sama Uni/Uda nya. Lumayan kan buat nemenin Sahur kalian!

-FR

18 June 2016

Senja.

Mentari,
Cahayamu membuatku terpaku.
Keindahanmu membuatku diam membisu.
Namun, cahayamu tidak dapat menggantikan hangatnya pelukan Ibuku.

Mentari,
Engkau adalah saksi bisu tumbuh kembangku.
Engkau adalah saksi bisu lelahnya Ibuku menjagaku.
Saksi bisu akan cintaku pada Ibuku.

Mentari,
Cahayamu sudah mulai menghilang.
Sinarmu bagai terhalang ilalang.
Secercah cahaya tak lagi dapat kupandang.

Wahai Mentari,
Senjamu telah tiba.
Sampaikan salamku untuk Ibuku di surga.
Agar kelak ia menyadari bahwa aku sangat merindukannya.

(Setangkai Kata)

-FR

16 June 2016

Kaum Fake Smile.

Wazzup Readers?!

Di blog gua sebelumnya, gua membahas tentang Kaum Fake Friend, nah di blog gua kali ini gua akan membahas tentang kembarannya. Kaum Fake Smile.
Tapi buat kalian yang belum baca blog gua sebelumnya, gua saranin baca dulu blog gua yang Kaum Fake Friend supaya nanti nyambung sama topik blog gua kali ini. Tapi, itu hak kalian sih mau langsung baca blog ini atau ke Kaum Fake Friend wkwkwk.

Arti Fake Smile itu sendiri, menurut gua itu sifat yang bertolak belakang dengan sifat aslinya. Ya gak jauh beda memang dengan sifat Fake Friend, tapi yang bikin beda dari Fake Friend itu dia lebih mengarah ke sifat Negatif sedangkan Fake Smile dia lebih mengarah ke sifat Positif. Gak paham? Oke gua bikin perumpamaan aja deh.

FAKE FRIEND

Seorang Kaum Fake Friend itu biasanya dia akan terlihat baik di depan, seperti minjemin duit, ngasih barang barang bagus, dan dia itu terlihat menyenangkan kepada lo. Tapi itu cuma terlihat saat dia di depan lo. Sedangkan disisi lain, dia akan menghujat lo dengan kata kata yang gak menggambarkan seorang temen. Gak layak disebut temen, lebih tepat disebut sampah.


FAKE SMILE

Seorang Kaum Fake Smile itu biasanya dia terlihat hidup tanpa beban, humoris, sering bercerita dan berbagi banyak hal. Tapi sebenarnya dia itu 'sedang' menyembunyikan kerapuhannya. Berusaha tegar didepan kita dan akan terlihat sisi jenuhnya saat dia dibelakang kita.

Bisa gua ambil kesimpulan sepihak, Kaum Fake Friend dan Kaum Fake Smile itu sebenernya punya dua sifat yang bertolak belakang ada di diri orang tersebut.

Tapi ya, gua sih gak setuju sama cara mereka yang Fake Friend atau Fake Smile.

Gini deh, kalau lu punya temen Fake Friend dia bakal ngomongin lu dibelakang yang justru lebih sakit dibanding dia frontal di depan muka kita. Right?
Sedangkan Fake Smile, dia kayak gak percaya gitu sama kita sehingga dia nutupin semua kerapuhan dia dan cuma menampakan sisi bahagianya dia doang.

"Buat apa kita temenan tapi gak bisa saling berbagi rasa? Buat apa kita temenan tapi gak bisa saling percaya? Kita itu temenan buat saling mengerti satu sama lain, mengetahui dan mencoba membantu menyelasikan masalah apa yang dia hadapi. " - Setangkai Kata

Kita mungkin bisa bantu dengan semampu kita. Membuat dia sedikit agak lega karena udah bercerita ke kita tentang masalahnya.

Tapi terkadang ada, beberapa masalah yang mungkin sangat privasi untuk di beritahukan kepada temannya. Kita juga gak boleh maksain dia harus cerita. Mungkin dia punya batasan-batasan tersendiri tentang hal yang mungkin bisa di share ke teman temannya, dan juga hal yang gak bisa di share ke teman temannya. Balik lagi, itu hak dia.

Dari kedua Kaum tersebut, lu punya gak temen yang mungkin menjadi salah satu anggota Kaum Fake Friend ataupun Kaum Fake Smile?
Komen jawaban kalian dibawah dong hehehe:))

-FR

14 June 2016

Kaum Fake Friend.

Seiring waktu berlalu, tanpa terasa pula umur kita berlalu.
Seiring teknologi makin canggih, manusia juga bisa membuat sebuah eksperimen yang menakjubkan.
Muka manusia berubah jadi DUA!

BOOM!

Gua gak ngerti lagi, itu muka manusia bisa jadi dua karena membelah diri, melahirkan atau bertelur.
Kok tiba-tiba bisa beranak jadi dua gitu ,sih? 
Memang gak ada teori yang menyebutkan muka manusia bisa beranak menjadi dua, tapi 
"Kok dizaman kayak gini ada sih spesies kayak gitu, ya?"

Gua juga kadang mikir, tujuan manusia kayak gitu tuh ngapain?
Mereka mau jadi MutanWicked? atau pengen Pencitraan doang?
Pencitraan? kayaknya jawaban yang sementara ini cocok buat jadi tujuan mereka, Kaum Fake Friend.

Percaya deh, kalian pasti punya temen yang termasuk Kaum Fake Friend!
Mereka bisa berubah wujud menjadi sosok yang sangat baik, perhatian, friendly, bahkan minjemin kita duit!
Gila! persetan banget ya sama Kaum Fake Friend, gua saranin lebih berhati-hati dalam bergaul ,bro.

Jujur sih, gua pernah punya temen yang menjadi Kaum Fake Friend.
Awalnya emang dia itu baik banget parah, peduli, ah pokoknya friendly banget parah deh.
Hingga suatu ketika terjadi sebuah kejadian yang gabisa gua ceritain gimana, tapi intinya bisa gua simpulkan bahwa. . .
dia itu Kaum Fake Friend!

BOOM!

Sedih? Ya mau gimana lagi!
Mana mau sih kalian temenan sama Kaum Fake Friend
Temenan sama orang yang baik didepan tapi dibelakang malah ngejatuhin kita!
Temenan sama orang yang didepan ngasih duit dibelakang malah dibilang ngemis(Perumpamaan)

Tapi gua sih orangnya gak mau menyimpulkan sepihak ,ya
Awalnya emang udah males banget kenal apalagi berhubungan sama Kaum Fake Friend gitu.
Tapi kalo di pikir-pikir, 


"Kalian jangan melihat sesuatu dari satu sudut pandang aja, coba kalian lihat lagi sisi lainnya. Pasti ada sisi yang lebih baik dari sisi sebelumnya." -Setangkai Kata


Gua akhirnya berteman lagi dengan Kaum Fake Friend tersebut, Mencoba bekomunikasi baik lagi.
Memang tidak sebaik hubungan gua sebelumnya, tapi seenggaknya kita masih bisa berteman meskipun beda SpesiesWhoops!


***
Menurut kalian, kalau punya temen dari golongan kaum diatas enaknya diapain?
Komen ya di bawah, siapa tau kita bisa membasmi kaum tersebut dan bisa merubahnya menjadi manusia seutuhnya!


-FR

11 June 2016

Jejak.

Kamu,
Kamu yang berjalan dengan indahnya dipikiranku.
Kamu yang berjalan dengan anggunnya dimemoriku.
Kamu, yang dengan mudahnya membuat pikiranku penuh denganmu.

Duduk di kursi menuntut ilmu.
Duduk didalam keheningan yang selalu mengisi kekosonganku.
Lantas apa yang menarik dari kehidupanku?

Kamu,
Bagai mentari dari teriknya siang.
Bagai bulan dari gelapnya malam.
Bagai lantunan nada dari sebuah kehampaan.

Entah mengapa aku merasa getaran yang belum pernah kurasakan.
Merasa begitu damai, begitu nyaman, begitu hangat saat bersamamu.
Aku merasa, kehilangan aral ketika ku didekat mu.

Ketidakmungkinan.
Apakah kamu adalah ketidak mungkinan yang selalu ku semogakan?
Apakah kamu adalah tulang rusukku yang hilang?
Bukan, kamu adalah Jejak yang selalu aku Bayangkan.

(Setangkai Kata)

-FR