Cahayamu membuatku terpaku.
Keindahanmu membuatku diam membisu.
Namun, cahayamu tidak dapat menggantikan hangatnya pelukan Ibuku.
Mentari,
Engkau adalah saksi bisu tumbuh kembangku.
Engkau adalah saksi bisu lelahnya Ibuku menjagaku.
Saksi bisu akan cintaku pada Ibuku.
Mentari,
Cahayamu sudah mulai menghilang.
Sinarmu bagai terhalang ilalang.
Secercah cahaya tak lagi dapat kupandang.
Wahai Mentari,
Senjamu telah tiba.
Sampaikan salamku untuk Ibuku di surga.
Agar kelak ia menyadari bahwa aku sangat merindukannya.
(Setangkai Kata)
No comments:
Post a Comment